ANALISIS INDEKS DALAM MENGUKUR KINERJA KEUANGAN BSI SEBAGAI BULLION BANK
Kata Kunci:
Analisis Indeks, Kinerja Keuangan, profitabilitas, Bullion Bank, Bank Syariah IndonesiAbstrak
Perkembangan perbankan syariah di Indonesia semakin dinamis, khususnya dengan hadirnya Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai Bullion Bank pasca diterbitkannya PJOK No. 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana dampak implemnentasi usaha bulion terhadap kinerja keuangan BSI, khususnya dari sisi profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan BSI sebelum dan sesudah beroperasi sebagai Bullion Bank dengan menggunakan metode analisis indeks. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif, menggunakan data skunder berupa laporan keuangan bulanan BSI tahun 2024 dan 2025 serta kajian literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun rasio Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) cenderung mengalami penurunan persentase, keduanya tetap berada di atas standar rata-rata industri (30% untuk GPM dan 20% untuk NPM), sehingga BSI masih dikategorikan sehat. Secara nominal, laba kotor, laba bersih, dan pendapatan justru mengalami peningkatan, terutama setelah berlakunya regulasi usaha bulion. Kesimpulannya, implementasi usaha bulion berkontribusi positif terhadap peningkatan profitabilitas dan stabilitas BSI meskipun di sisi rasio profitabilitas terjadi tren penurunan.
Perkembangan perbankan syariah di Indonesia semakin dinamis, khususnya dengan hadirnya Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai Bullion Bank pasca diterbitkannya PJOK No. 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana dampak implemnentasi usaha bulion terhadap kinerja keuangan BSI, khususnya dari sisi profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan BSI sebelum dan sesudah beroperasi sebagai Bullion Bank dengan menggunakan metode analisis indeks. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif, menggunakan data skunder berupa laporan keuangan bulanan BSI tahun 2024 dan 2025 serta kajian literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun rasio Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) cenderung mengalami penurunan persentase, keduanya tetap berada di atas standar rata-rata industri (30% untuk GPM dan 20% untuk NPM), sehingga BSI masih dikategorikan sehat. Secara nominal, laba kotor, laba bersih, dan pendapatan justru mengalami peningkatan, terutama setelah berlakunya regulasi usaha bulion. Kesimpulannya, implementasi usaha bulion berkontribusi positif terhadap peningkatan profitabilitas dan stabilitas BSI meskipun di sisi rasio profitabilitas terjadi tren penurunan.



